AKSI pemotongan uang pesangon para pekerja seks komersial (PSK), oleh oknum pengurus di kedua lokalisasi dua hari lalu, mendapat sorotan dari DPRD Tulungagung.
Seperti dilontarkan Ketua Fraksi Partai Golkar Tulungagung, Sugeng Purnomo. Menurut dia, tindakan pemotongan uang pesangon terhadap para PSK penghuni lokalisasi Ngujang Kedungwaru dan Kaliwungu Ngunut, sangat disesalkan. Apapun tindakan penyunatan yang dilakukan pengurus di lokalisasi, lanjut Sugeng, itu sangat tidak dibenarkan. Pasalnya, uang pesangon itu adalah hak dari masing-masing PSK. "Tidak ada alasan lain. Yang jelas, uang pesangon itu harus kembali diberikan kepada para PSK. Karena uang itu adalah hak mereka," tegasnya kepada RaTu.
Untuk itu, Sugeng Purnomo menegaskan, dalam waktu dekat ini, dewan segera memanggil pihak terkait untuk diklarifikasi. "Kami ingin masalah segera rampung dan tidak berlarut-larut. Beberapa pihak kami ajak duduk satu meja untuk membicarakan masalah itu,"katanya.
Politisi Partai Golkar yang macung dari Dapil V Tulungagung, ini juga sependapat dengan sikap Pemkab Tulungagung untuk menutup sementara aktivitas esek-esek di dua lokalisasi selama Ramadan. "Saya pikir tindakan itu sangat tepat. Karena, jika tetap beroperasi akan mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan,"ungkapnya.
Bahkan, Sugeng Purnomo mengaku, sangat mendukung adanya pembatasan waktu jam kerja untuk kafe dan karaoke. "Harapan kami, pengelola kafe maupun karaoke tetap mengedepankan toleransi. Yakni, buka maupun tutup sesuai surat edaran yang diterbitkan Pemkab Tulungagung,"paparnya.
Seperti dilontarkan Ketua Fraksi Partai Golkar Tulungagung, Sugeng Purnomo. Menurut dia, tindakan pemotongan uang pesangon terhadap para PSK penghuni lokalisasi Ngujang Kedungwaru dan Kaliwungu Ngunut, sangat disesalkan. Apapun tindakan penyunatan yang dilakukan pengurus di lokalisasi, lanjut Sugeng, itu sangat tidak dibenarkan. Pasalnya, uang pesangon itu adalah hak dari masing-masing PSK. "Tidak ada alasan lain. Yang jelas, uang pesangon itu harus kembali diberikan kepada para PSK. Karena uang itu adalah hak mereka," tegasnya kepada RaTu.
Untuk itu, Sugeng Purnomo menegaskan, dalam waktu dekat ini, dewan segera memanggil pihak terkait untuk diklarifikasi. "Kami ingin masalah segera rampung dan tidak berlarut-larut. Beberapa pihak kami ajak duduk satu meja untuk membicarakan masalah itu,"katanya.
Politisi Partai Golkar yang macung dari Dapil V Tulungagung, ini juga sependapat dengan sikap Pemkab Tulungagung untuk menutup sementara aktivitas esek-esek di dua lokalisasi selama Ramadan. "Saya pikir tindakan itu sangat tepat. Karena, jika tetap beroperasi akan mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan,"ungkapnya.
Bahkan, Sugeng Purnomo mengaku, sangat mendukung adanya pembatasan waktu jam kerja untuk kafe dan karaoke. "Harapan kami, pengelola kafe maupun karaoke tetap mengedepankan toleransi. Yakni, buka maupun tutup sesuai surat edaran yang diterbitkan Pemkab Tulungagung,"paparnya.

0 komentar:
Poskan Komentar