Sinyalemen masih adanya praktik pelacuran jelang Ramadan, membuat aparat Satpol PP terusik. Selasa (10/8) kemarin, Satpol PP menyisir sejumlah tempat pelacuran di kawasan Kecamatan Kota. Salah satunya, di eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Dari beberapa tempat yang didatangi petugas, tak satu pun ada pekerja seks komersial (PSK) yang menunjukkan batang hidungnya.
Termasuk di eks lokalisasi GS, yang sehari sebelumnya masih tepergok operasi. Kemarin, komplek pelacuran terbesar di Kota Santri mendadak jadi sepi. Belum diketahui pasti, apakah para wanita nakal itu pulang kampung karena menyambut ramadan, atau sengaja ngumpet karena tahu ada petugas. "Wah anak-anak sudah pulang semua, pak. Besok kan sudah puasa," celetuk seorang wanita paroh baya di eks lokalisasi GS, kemarin.
Mendengar itu, petugas tidak langsung percaya begitu saja. Mereka sempat menggeledah beberapa wisma, yang dicurigai masih menyembunyikan PSK. Kamar dan lorong-lorong kecil dalam wisma tak luput dari penyisiran Satpol PP. Namun, lagi-lagi petugas tidak menemukan PSK. "Kabarnya hari ini memang sudah pulang semua. Karena mulai besok kita lakukan penjagaan 1 x 24 jam selama puasa," tegas Kasi Opswasdikdak Satpol PP Situbondo, Mugijono, kemarin.
Tak hanya eks lokalisasi GS yang dirazia. Beberapa rumah yang disinyalir kerap dijadikan tempat mesum di belakang Balai Desa Kotakan, juga diobok-obok. Hasilnya, ternyata juga nihil. Petugas harus balik kanan dengan tangan hampa tanpa tangkapan PSK. Selain itu, praktik pelacuran kelas ekonomi di Persawahan Burnik, Kecamatan Situbondo, juga ikut diobrak. Di tempat ini, petugas Satpol PP juga tidak menemukan satu pun pelacur.
Namun begitu, di kawasan Burnik petugas mendapati sebuah kamar mesum, di tengah-tengah sebuah kebun. Kamar mesum itu dibikin ala kadarnya, hanya untuk menutup lokasi indehoi. Selain tanpa atap, bahan kamar juga pas-pasan, mulai kain sarung, bekas terpal, dengan alas lembaran karung goni. Kamar mesum itu langsung dirombak dan dibakar oleh Satpol PP.
Termasuk di eks lokalisasi GS, yang sehari sebelumnya masih tepergok operasi. Kemarin, komplek pelacuran terbesar di Kota Santri mendadak jadi sepi. Belum diketahui pasti, apakah para wanita nakal itu pulang kampung karena menyambut ramadan, atau sengaja ngumpet karena tahu ada petugas. "Wah anak-anak sudah pulang semua, pak. Besok kan sudah puasa," celetuk seorang wanita paroh baya di eks lokalisasi GS, kemarin.
Mendengar itu, petugas tidak langsung percaya begitu saja. Mereka sempat menggeledah beberapa wisma, yang dicurigai masih menyembunyikan PSK. Kamar dan lorong-lorong kecil dalam wisma tak luput dari penyisiran Satpol PP. Namun, lagi-lagi petugas tidak menemukan PSK. "Kabarnya hari ini memang sudah pulang semua. Karena mulai besok kita lakukan penjagaan 1 x 24 jam selama puasa," tegas Kasi Opswasdikdak Satpol PP Situbondo, Mugijono, kemarin.
Tak hanya eks lokalisasi GS yang dirazia. Beberapa rumah yang disinyalir kerap dijadikan tempat mesum di belakang Balai Desa Kotakan, juga diobok-obok. Hasilnya, ternyata juga nihil. Petugas harus balik kanan dengan tangan hampa tanpa tangkapan PSK. Selain itu, praktik pelacuran kelas ekonomi di Persawahan Burnik, Kecamatan Situbondo, juga ikut diobrak. Di tempat ini, petugas Satpol PP juga tidak menemukan satu pun pelacur.
Namun begitu, di kawasan Burnik petugas mendapati sebuah kamar mesum, di tengah-tengah sebuah kebun. Kamar mesum itu dibikin ala kadarnya, hanya untuk menutup lokasi indehoi. Selain tanpa atap, bahan kamar juga pas-pasan, mulai kain sarung, bekas terpal, dengan alas lembaran karung goni. Kamar mesum itu langsung dirombak dan dibakar oleh Satpol PP.

0 komentar:
Poskan Komentar