Aparat Polsek Bangorejo, tampaknya mulai kesulitan untuk mengusut pelaku penganiayaan dengan korban Sunarlan, 40, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Mereka, kini membuat sayembara dengan menyediakan hadiah sebesar Rp 1 juta, bagi yang bisa menunjukkan pelakunya.
Sayembara ini, oleh aparat kepolisian diumumkan melalui selebaran yang ditempelkan di tempat-tempat strategis sekitar yang ada di Desa Sukorejo. Selebaran yang ditandatangani langsung oleh Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo ini, juga dipasang di desa lain yang ada di wilayah Kecamatan Bangorejo. "Pengumuman sayembara ini, banyak yang kita tempelkan di tempat umum Desa Sukorejo," terang Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo.
Dalam selebaran itu, polisi memasang sarung yang diduga milik pelaku. Sarung dengan motif kotak-kotak warna coklat dan putih ini, ditemukan warga disekitar lokasi kejadian. "Di sarung ini, ada dua bekas jahitan tangan," kata kapolsek.
Dalam sayembara ini, polsek meminta pada masyarakat yang mengenali sarung ini, untuk segera melapor ke polsek atau ke petugas kepolisian. Warga yang bisa menunjukkan pemilik sarung ini, akan diberi hadiah sebesar Rp 1 juta. "Kalau ada warga yang tahu pemilik sarung ini, atau tahu pelaku penganiayaan, akan kita beri hadiah Rp 1 juta," ungkapnya.
Untuk mengusut pelaku penganiayaan dengan korban dosen Fakultas Sastra Unej ini, lanjut kapolsek, pihaknya sudah banyak memanggil warga untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Tapi dari saksi itu, semuanya mengaku tidak tahu menahu saat penganiayaan itu terjadi. "Semua saksi yang sudah kita panggil, tidak ada yang tahu pelakunya," ujarnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Sunarlan oleh warga dilarikan ke RSUD Genteng, karena mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala dan tangannya. Sebelumnya, aktivis LSM ini dihajar oleh orang yang tidak dikenal dengan pakaian ala ninja.
Sebelum dipukul dengan kayu balok, dosen Fakultas Sastra Unej ini wajahnya sempat disiram dengan air yang dicampur dengan cabai. Pelaku, akhirnya kabur ke utara setelah korban ini mencoba melakukan perlawanan. "Saya sempat balas memukul," cetus Sunarlan
Sayembara ini, oleh aparat kepolisian diumumkan melalui selebaran yang ditempelkan di tempat-tempat strategis sekitar yang ada di Desa Sukorejo. Selebaran yang ditandatangani langsung oleh Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo ini, juga dipasang di desa lain yang ada di wilayah Kecamatan Bangorejo. "Pengumuman sayembara ini, banyak yang kita tempelkan di tempat umum Desa Sukorejo," terang Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo.
Dalam selebaran itu, polisi memasang sarung yang diduga milik pelaku. Sarung dengan motif kotak-kotak warna coklat dan putih ini, ditemukan warga disekitar lokasi kejadian. "Di sarung ini, ada dua bekas jahitan tangan," kata kapolsek.
Dalam sayembara ini, polsek meminta pada masyarakat yang mengenali sarung ini, untuk segera melapor ke polsek atau ke petugas kepolisian. Warga yang bisa menunjukkan pemilik sarung ini, akan diberi hadiah sebesar Rp 1 juta. "Kalau ada warga yang tahu pemilik sarung ini, atau tahu pelaku penganiayaan, akan kita beri hadiah Rp 1 juta," ungkapnya.
Untuk mengusut pelaku penganiayaan dengan korban dosen Fakultas Sastra Unej ini, lanjut kapolsek, pihaknya sudah banyak memanggil warga untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Tapi dari saksi itu, semuanya mengaku tidak tahu menahu saat penganiayaan itu terjadi. "Semua saksi yang sudah kita panggil, tidak ada yang tahu pelakunya," ujarnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Sunarlan oleh warga dilarikan ke RSUD Genteng, karena mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala dan tangannya. Sebelumnya, aktivis LSM ini dihajar oleh orang yang tidak dikenal dengan pakaian ala ninja.
Sebelum dipukul dengan kayu balok, dosen Fakultas Sastra Unej ini wajahnya sempat disiram dengan air yang dicampur dengan cabai. Pelaku, akhirnya kabur ke utara setelah korban ini mencoba melakukan perlawanan. "Saya sempat balas memukul," cetus Sunarlan

0 komentar:
Poskan Komentar